The Difference Between Fundamental, Technical and Sentiment Analysis

 
Da-Costa Assumang

Tanyakan kepada tiga trader mengapa mereka membeli emas dan Anda mungkin akan mendapatkan tiga jawaban yang sama sekali berbeda.

Yang satu berkata, “Inflasi sedang naik, jadi emas bisa terus naik.”
Yang lain berkata, “Grafiknya baru saja menembus resistance.”
Yang ketiga berkata, “Semua orang sedang bullish sekarang, jadi momentumnya kuat.”

Menariknya, ketiganya bisa saja benar.

Mereka hanya melihat pasar melalui tiga sudut pandang yang berbeda: Analisis Fundamental, Analisis Teknis, dan Analisis Sentimen.

Memahami perbedaan di antara ketiganya dapat membantu Anda menjadi trader yang lebih serba bisa.

Fundamental Analysis — “Why Is the Market Moving?” 

Analisis fundamental berfokus pada faktor ekonomi dan keuangan that influence an asset’s value.

Untuk forex, trader mungkin memperhatikan:

  • Interest rates
  • Inflasi
  • Data ketenagakerjaan
  • Pertumbuhan PDB
  • Keputusan bank sentral
  • Berita ekonomi

Untuk emas, trader mungkin memperhatikan:

  • Suku bunga AS
  • Inflasi
  • Dolar AS
  • Permintaan bank sentral
  • Perkembangan geopolitik

Contoh:

Bayangkan Anda memiliki sebuah toko kecil.

You hear that the price of your supplier’s products is about to increase significantly. You would probably expect your costs to rise and might adjust your selling price.

Trader fundamental berpikir dengan cara yang serupa.

Misalnya, jika trader memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga, mereka mungkin menilai ulang mata uang, obligasi, emas, dan aset lainnya berdasarkan bagaimana suku bunga yang lebih rendah dapat memengaruhi aset-aset tersebut.

Analisis fundamental bertanya:

“Apa yang sedang terjadi di ekonomi yang bisa menggerakkan pasar ini?”

Technical Analysis — “What Is the Chart Telling Me?” 

Analisis teknis terutama berfokus pada aksi harga dan data pasar.

Alih-alih bertanya mengapa ekonomi berubah, trader teknis mempelajari apa yang sebenarnya sedang dilakukan pasar.

Mereka biasanya menggunakan:

  • Support dan resistance
  • Garis tren
  • Pola candlestick
  • Moving average
  • RSI
  • MACD
  • Breakouts
  • Pola grafik

Contoh: 

Bayangkan Anda sedang menonton pertandingan sepak bola.

You don’t necessarily need to know every reason why a team is playing well. You can simply observe the score, possession, attacks and momentum to understand what is happening.

Trader teknis melakukan hal yang serupa dengan harga.

Misalnya emas berulang kali kesulitan menembus $4,400. Seorang trader teknis mungkin mengidentifikasi level tersebut sebagai resistance.

Jika harga akhirnya menembus di atasnya dan bertahan, trader dapat menafsirkannya sebagai sinyal bullish yang berpotensi.

Analisis teknis bertanya:

“Apa yang sedang dilakukan harga, dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya?”

Sentiment Analysis — “What Are Traders Feeling?” 

Analisis sentimen berfokus pada suasana umum dan posisi para pelaku pasar.

Apakah trader optimistis? Apakah mereka takut?

Apakah mereka membeli secara agresif?

Apakah mereka terburu-buru menjual?

Pasar digerakkan oleh orang-orang dan institusi serta emosi seperti rasa takut, keserakahan, optimisme, dan kepanikan dapat memengaruhi pergerakan harga.

Trader dapat meninjau:

  • Posisi pasar
  • Data Commitment of Traders
  • Survei investor
  • Volatilitas
  • Perilaku risk-on/risk-off
  • Reaksi berita dan media sosial

Contoh: 

Bayangkan sebuah restoran baru buka di lingkungan Anda.

Awalnya, hanya sedikit orang yang berkunjung.

Then everyone starts talking about it. The restaurant becomes crowded and suddenly people who weren’t interested before want to try it.

That’s sentiment.

Di pasar keuangan, ketika trader menjadi sangat optimistis terhadap suatu aset, tekanan beli dapat meningkat. Ketika rasa takut menyebar, tekanan jual dapat meningkat lebih cepat.

Analisis sentimen bertanya:

“Apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan pelaku pasar saat ini?”

So, Which One Is Better? 

Alih-alih menganggapnya sebagai pesaing, anggap ketiganya sebagai bagian-bagian berbeda dari teka-teki yang sama. 

Fundamental = The Story 

Ini membantu Anda memahami mengapa pasar bisa bergerak.

Technical = The Map 

Ini membantu Anda mengidentifikasi di mana di mana harga berada dan level atau setup potensial.

Sentiment = The Crowd 

Ini membantu Anda memahami bagaimana trader diposisikan dan apa yang mereka rasakan.

Bayangkan emas diperdagangkan di dekat level resistance utama.

Analisis fundamental:
Data ekonomi menunjukkan kondisi yang dapat mendukung emas.

Analisis teknis:
Emas mendekati resistance dan membentuk pola grafik bullish.

Analisis sentimen:
Posisi pasar menunjukkan optimisme yang kuat terhadap emas.

Kini Anda memiliki tiga perspektif berbeda yang mengarah ke lingkungan pasar yang sama.

The Trader’s Three-Lens Approach 

Cara yang kuat untuk memikirkan pasar adalah:

Fundamental:
What’s happening behind the market?

Teknis:
Apa yang ditunjukkan harga kepada saya?

Sentimen:
Apa yang dirasakan dan dilakukan trader?

Ketika ketiga perspektif ini dipahami bersama, Anda dapat membentuk gambaran pasar yang jauh lebih jelas.

Namun ingat: analisis adalah tentang probabilitas, bukan jaminan.

Tidak ada indikator, laporan ekonomi, atau ukuran sentimen yang dapat memprediksi setiap pergerakan pasar.

The goal isn’t to predict the future perfectly.

Tujuannya adalah memahami pasar, mengidentifikasi peluang, mengelola risiko, dan tetap disiplin. 

Pemikiran Akhir

Anggaplah trading seperti mengemudi.

Fundamental analysis tells you why you’re taking the journey.
Analisis teknis menunjukkan jalan dan belokan yang mungkin Anda ambil.
Analisis sentimen memberi tahu Anda bagaimana pengemudi lain bertingkah.

A smart trader doesn’t rely on just one.

Belajarlah membaca cerita, grafik, dan kerumunan.